Saturday, June 28, 2014

sepotong cerita kesepian..

Kita tercipta dari ketiadaan.
Dengan keberadaan kita, kita buat bumi ramai,

dan rusak...


Suatu hari,
Tuhan merasa ada yang perlu ditambahkan dalam daftar ciptaannya.
Tuhan menciptakan matahari.
lantas matahari kesepian.
matahari tak mau.
dibuatlah bumi, dan planet-planet lainnya.

di bumi, 
tak ada benda lain selain batu.
hanya batu.
batu kesepian.
diciptalah tanah, pepohonan, dan lainnya.

lantas Tuhan ingin menciptakan penjelajah bumi.
Tuhan mencipta Adam dari tanah.
namun Tuhan masih menyimpan Adam dengan tenang di Surga.
hatta, Adam pun kesepian.
lantas diciptalah Eve dari sebagian rusuk Adam.
mereka bahagia...

hingga suatu hari, mereka tergoda, dan terusir dari surga.

akhirnya Adam dan Eve bercampur, beranak pinak, dan berkoloni.
akhirnya bumi ramai.
bumi tidak kesepian lagi.
meskipun perlahan terkikis oleh anak cucu Adam, bumi tak pernah mengeluh.

"yang penting, aku tidak kesepian." pikirnya.

Kita tak pernah berencana bertemu.
Namun satu hal yang menyamakan kita.
Kau merasa kesepian, demikian pula dengan diriku.
Akhirnya kita bertemu.
Berbagi sepi bersama.
Selamanya.

#Alexianism
in the middle of the dark night of june...

Sunday, June 15, 2014

aku benci ayahku.

aku dilupakan.
seringkali dengan alasan pekerjaan.

itu sudah biasa.

ayahku pergi ketika aku masih kecil.
berpisah dengan ibuku tanpa alasan yang jelas.
dan akhirnya, aku tahu alasannya.

ayahku bukan orang yang baik.
bukan salah satu orang yang pantas disebut 'ayah'.
hanya seorang pria yang menanam benih dalam rahim ibuku, dan meninggalkanku begitu saja.

demi politik, ia rela mati menanggungnya.
lisan adalah segalanya dalam politik. itu menurutku.
karenanya, ayahku sangat hebat dalam bersilat lidah.
menyusun kata, memanipulasi, memprovokasi, dan segala kegiatan persuasi.

keahlian itu menurun kepadaku.
entah aku harus senang atau menderita.

ayahku membunuh dirinya sendiri.
tidak dalam arti langsung, tapi secara perlahan.
rokok, kopi, pergi-malam-pulang-pagi,
dan segala penyebab kematian jangka panjang lainnya.

dan akhirnya, aku membenci semua hal itu.
aku membenci ayahku, dan segala hal yang berhubungan dengannya.

pada akhirnya, aku sadari,
tak ada gunanya aku membencinya.
setidaknya, ia telah memberiku kesempatan untuk melihat dunia yang fana ini.
mengenal dengan baik bajingan berjas rapi yang beraksi atas nama hati.
mengenal sahabat, teman, bahkan musuh.
menghancurkan hatiku, lantas menjadikanku kuat karenanya.

teruntuk ayah,
seorang yang mengajarkanku kehidupan secara tidak langsung.

cium rindu dariku
semoga kau tenang di sana, ayah..

Wednesday, June 11, 2014

yes, i hope so.

You wish me no, i get it.
If it's true, we're supposed to be separated now. We're not supposed to be together.

I hope, that you fell in love with someone who always keep your glazing eyes shining.

I hope that you'd fell in love with someone who would never draw a river over your cheek.

I hope that you'd fell in love with someone who would always text back to your message and never let you fall asleep thinking you're unwanted.

I hope you fall in love with someone who would hold your hand walking through the shadows and draw smiles on your face even on your hard days or the easy ones.

I hope you fall in love with someone who would realize the golden smile of yours and keep them tightly in his heart.

I hope that you'd fell in love with someone who sees the sparkling galaxies in your eyes and hears the music of your heartbeats.

But beyond all, that i hope you fall in love with someone who would never leave you behind, and who never take you for granted, someone who always stand by you when you are right, and correcting you when you are wrong, someone who had seen your worst, but still loving you.

someone, that you happy to fall in love with..

what's on my mind lately..

Saturday, June 7, 2014

Alexandra Daddario, satu kecupan saja!

aku ingin bertanya tentang sesuatu.

kenapa kita tidak bersama?

padahal,
kita memiliki kesamaan yang tidak sedikit..
kita memanggul nama orang tua kita masing-masing di akhir nama kita
kita sama-sama berada pada satu tujuan yang sama di tempat itu
kita sama-sama memiliki kisah hidup yang tidak biasa,
dan masih banyak yang lainnya..

katanya, kesamaan pun tak cukup untuk menyatu..

baiklah,
akan kutulis perbedaan diantara kita..
kau pendiam, aku periang
kau penyabar, kadangkala aku pemarah,
kau adalah penyayang yang baik, aku seringkali acuh, bahkan terhadap diriku sendiri.
kau cerdas, aku cerdik
kau cantik, aku.......... 

entahlah,
aku pun heran mengapa aku selalu berkhayal untuk bisa bersamamu..
aku yang selalu memilikimu dalam gelap, seperti bayang malam
   meskipun gelap, seringkali akan timbul kehangatan tersendiri di dalamnya..
aku yang hanya tersenyum melihatmu dari kejauhan,
aku yang hanya terpaku merasakan pesonamu dari jauh,
aku,
aku,
aku,
.....
..........
...............

jadi, kalau aku memang tak pernah mungkin untuk menyesap lembut ujung hatimu,
biarkanlah aku disini,
sendiri memeluk bayanganmu..
tanpa teman,
tanpa cahaya...

memang tak jelas maksudku..
seperti judul tulisan ini..

mengecup bibir Alexandra..

A night with a dark coffee beside the table..
#Alexianism

Friday, June 6, 2014

dear, someone who used to be my life spirit..

semalam, aku memimpikanmu.

dalam mimpiku,
aku merasakanmu begitu dekat,
seperti aku tenggelam tak berdaya dalam lembutnya suaramu..

dalam mimpiku,
entah mengapa, aku merasa bahwa kita sangatlah dekat sejak lama..

aku ingat,
kau duduk disampingku,
dan kau sedang menulis tentang sesuatu.
aku tidak menanyaimu apapun tentang tulisanmu.
aku terlalu sibuk mengagumi keindahanmu yang memancar tak bertepi.
aku terlalu terkejut, mengapa kita sedekat itu..

dalam mimpiku,
aku ingin pulang,
namun kau menahanku.
"jangan tinggalkan aku.. tolong temani aku sebentar lagi.."

kalimat itulah yang menahanku, dan juga membekukanku..

kau menahan lenganku,
"kalau sudah selesai, aku akan mengantarkanmu pulang.. jadi, tolong temani aku, oke?"
pintamu.
"baiklah, sebentar saja ya.." jawabku yakin.
dan akhirnya, aku menemanimu dalam waktu yang tak menentu itu.

sebagian orang berkata,
mimpi bersama orang yang disayang adalah pertanda..
aku pun yakin, itu adalah sebuah pertanda.
tapi pertanda untuk apa?
entahlah.
hanya Tuhan yang tahu.

dalam mimpiku untukmu, L E

Monday, June 2, 2014

Planetarium..

The comet that becomes separated from the starry night sky
Is like us, you said, smiling gently
Wanting to turn all of our meagre hopes into light
We entrusted our dreams to that brave light

My hand grew stronger when I realised I wasn’t alone
I nodded once again to that now-inaudible voice

I’ll keep walking through the sad night
My wishes and love dream of the endless sky
So if they can shine, if only for a little while
My heart, see, will reach out a hand to the light that flooded down now

I still can’t throw away the letter you gave me
I wrote “thank you” under the words I read so many times

Can you see it too, all the way from that distant town
“Goodbye”, I’ll leave this comforting place once again

Even if sadness holds us back someday
My wishes and love will draw a beautiful future
So if I can find it, even if it’s an illusion
My heart, see, will reach out a hand to the light that flooded down now

Until I see you again on the other side of the sadness
My wishes and love will speak unwavering words of light

I’ll keep believing through the sad night
My wishes and love dream of an endless world
So if they can shine, if only for a little while
My heart, see, will reach out a hand to the light that flooded down now


Song,
Ikimono Gakari - Planetarium

Sunday, June 1, 2014

am i wrong?

i am unbeatable.
it's true.
i have no weaknesses.
except one,
and that's you.

i rely myself to do things.
but that's a mistake.
sometimes i sprung to get a new one.
but what i get, is loses.

like now...
however, i feel useless, careless, dumb, numb, unhappy, slightly lonely, and many bitchy feelings around my head...

i am the swashbuckling boy,
but have no adventurous spirit instead...

i just tired, and get bored.
well, that's nothing...